.

Selamat Datang di Blog Education_Life jangan lupa berikan comment dan komentar anda.

Kamis, 13 Oktober 2011

Makanan dan Minuman Pemicu Sakit Kepala

Sakit kepala bisa jadi salah satu keluhan kesehatan yang seringkali dilontarkan. Pemicunya cukup beragam, bukan hanya melulu soal kondisi kesehatan tetapi juga makanan atau minuman yang Anda konsumsi.
Banyak praktisi kesehatan berpendapat kalau sakit kepala bisa diatasi dengan menjaga pola makan tetap seimbang. Termasuk, menghindari atau setidaknya mengurangi makanan dan minuman yang bisa memicu sakit kepala. Berikut lima makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari, seperti dilansir dari Healthmeup.com oleh newsviva.com.
1. Keju
Susu mengandung protein tinggi, yang sangat penting dalam pembuatan keju. Protein ini ketika diproses dalam tubuh akan memicu produksi tyramine. Selama proses ini, bisa menimbulkan rasa sakit kepala. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi keju dengan jumlah yang tak berlebihan.
2. Alkohol
Alkohol, meskipun dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit bisa memicu sakit kepala karena langsung menyerap ke dalam darah. Untuk itu, hati-hati saat mengonsumsi minuman beralkohol, meskipun jumlahnya sedikit.
3. Makanan dengan zat pewarna
Zat pewarna yang digunakan pada makanan juga bisa memicu reaksi alergi dan sakit kepala. Hal terbaik untuk menghindarinya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tak mengandung pewarna atau bahan pengawet.
4. Kopi
Pada beberapa orang, kopi memang bisa mengurangi sakit kepala. Tetapi, juga sebaliknya, yaitu memicu sakit kepala. Itu karena kandungan kafein pada kopi ketika bercampur dengan magnesium pada tubuh bisa memicu sakit kepala.
5. Makanan cepat saji
Makanan siap saji biasanya mengandung banyak monosodium glutamat (MSG). Zat ini mudah sekali memicu rasa nyeri di kepala, bahkan bisa memperburuknya. Lagipula, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan siap saji. Hal ini memicu aliran darah lebih cepat secara tiba-tiba ke otak dan menimbulkan sakit kepala.
Read More......

Memberi Makan Dunia Sekaligus Melindungi Bumi: Rencana Global bagi Pertanian yang Berkelanjutan

Kamis, 13 Oktober 2011 - "Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk memberi makan dunia yang lapar sekaligus melindungi planet yang terancam ini."
Masalahnya sangat mencolok: Satu miliar orang di bumi tidak memiliki cukup makanan saat ini. Diperkirakan pada tahun 2050 akan ada lebih dari sembilan miliar manusia yang hidup di planet ini.
Sementara itu, praktek pertanian saat ini justru merupakan salah satunya yang menjadi ancaman terbesar bagi lingkungan global. Artinya, jika kita tidak mengembangkan praktek-praktek yang lebih berkelanjutan, planet ini akan semakin kurang mampu untuk memberi makan populasi yang kian bertumbuh dibandingkan saat ini.
Tapi kini, tim peneliti dari Kanada, AS, Swedia dan Jerman telah hadir dengan rencana untuk melipatgandakan produksi pangan dunia sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari pertanian. Temuan mereka baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature.
Dengan menggabungkan informasi yang dikumpulkan dari catatan tanaman dan gambar satelit dari seluruh dunia, mereka mampu menciptakan model-model baru sistem pertanian dan dampak lingkungannya yang benar-benar dalam lingkup global.
Profesor geografi McGill, Navin Ramankutty, salah satu pemimpin tim studi tersebut, turut berkolaborasi di antara peneliti untuk mencapai hasil penting tersebut. “Banyak sarjana dan pemikir lain yang telah mengusulkan solusi untuk masalah pangan dan lingkungan global. Namun mereka seringkali terfragmentasi, hanya melihat satu aspek dari masalah pada satu waktu. Dan mereka sering tidak memiliki spesifik dan angka-angka untuk mendukung mereka. Ini adalah pertama kalinya berbagai data telah dibawa bersama di bawah satu kerangka umum, dan ini memungkinkan kita untuk melihat beberapa pola yang jelas. Ini menjadi lebih mudah untuk mengembangkan beberapa solusi konkret bagi masalah-masalah yang kita dihadapi.”

Ini adalah peta global yang menunjukkan bagaimana lahan
pertanian didistribusikan. (Kredit: Navin Ramankutty)


Sebagai rencana lima-poin untuk memberi makan dunia sekaligus melindungi planet ini, para peneliti merekomendasikan:
  1. Menghentikan perluasan lahan pertanian dan pembukaan lahan untuk tujuan pertanian, khususnya di hutan-hutan tropis. Hal ini bisa dicapai dengan menggunakan insentif seperti pembayaran untuk jasa ekosistem, sertifikasi dan ekowisata. Perubahan ini akan menghasilkan manfaat lingkungan yang besar tanpa memotong secara dramatis ke dalam produksi pertanian atau kesejahteraan ekonomi.
  2. Meningkatkan hasil pertanian. Banyak kawasan pertanian di Afrika, Amerika Latin dan Eropa Timur yang tidak mencapai potensi untuk memproduksi tanaman – sesuatu yang dikenal sebagai “kesenjangan panen”. Dengan meningkatkan penggunaan varietas tanaman yang ada, manajemen yang lebih baik dan pengembangan genetika, akan mampu meningkatkan produksi pangan saat ini hampir sebesar 60 persen.
  3. Penyuburan tanah dengan lebih strategis. Penggunaan air, nutrisi dan bahan kimia pertanian saat ini menimbulkan masalah yang oleh para peneliti disebut sebagai “Masalah Goldilocks”: terlalu banyak di beberapa tempat, terlalu sedikit di tempat lainnya, jarang yang benar-benar tepat. Realokasi strategis secara substansial dapat meningkatkan manfaat yang kita dapatkan dari masukan-masukan yang berharga.
  4. Pergeseran pola makan. Bertambahnya pakan ternak atau biofuel di lahan pertanian utama, tidak peduli seberapa besar efisiensinya, malah menguras pasokan makanan bagi manusia. Dengan mendedikasikan lahan pertanian untuk mengarahkan produksi makanan manusia dapat meningkatkan kalori yang dihasilkan per orang sebanyak hampir 50 persen. Bahkan penggeseran non-pangan, yang menggunakan pakan hewan atau produksi biofuel, jauh dari lahan pertanian utama bisa membuat perbedaan yang besar.
  5. Mengurangi limbah. Satu-sepertiga dari makanan yang diproduksi oleh peternakan biasanya dibuang, disia-siakan atau dibiarkan dimakan oleh hama. Dengan memanfaatkan makanan yang tersia-sia ini bisa meningkatkan makanan yang tersedia untuk konsumsi lain hingga 50 persen.
Penelitian ini juga menguraikan pendekatan terhadap masalah yang akan membantu para pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan informasi tentang pilihan yang dihadapi pertanian mereka. “Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk memberi makan dunia yang lapar sekaligus melindungi planet yang terancam ini,” kata pemimpin penulis Jonathan Foley, kepala dari Institut Lingkungan University of Minnesota. “Ini memerlukan kerja yang serius. Tapi kita bisa melakukannya.”

Penelitian ini didanai oleh NSERC, NASA, NSF.

Kredit: McGill University
Jurnal: Jonathan A. Foley, Navin Ramankutty, Kate A. Brauman, Emily S. Cassidy, James S. Gerber, Matt Johnston, Nathaniel D. Mueller, Christine O’Connell, Deepak K. Ray, Paul C. West, Christian Balzer, Elena M. Bennett, Stephen R. Carpenter, Jason Hill, Chad Monfreda, Stephen Polasky, Johan Rockström, John Sheehan, Stefan Siebert, David Tilman, David P. M. Zaks. Solutions for a cultivated planet. Nature, 2011; DOI: 10.1038/nature10452
(diposkan oleh Gun HS, Faktailmiah.com)
Read More......

Rabu, 12 Oktober 2011

Buah Lokal Indonesia dan Manfaatnya

Buah-buahan sebagai makanan yang sehat diperlukan oleh tubuh. Beraneka macam buah dengan berbagai kandungan vitamin dan mineral dapat kita temui. Mulai dari buah lokal sampai buah impor. Artikel kali ini akan membahas berbagai buah lokal yang dikenal dan tidak kalah gizinya dengan buah impor.
Berbagai buah lokal di Indonesia merupakan buah yang memiliki rasa yang nikmat. Buah-buahan ini merupakan jenis buah tropis. Ternyata berbagai buah lokal ini selain nikmat untuk disantap memiliki banyak manfaat bahkan untuk kesehatan. Berikut ini beberapa di antaranya.

  • Sawo matang merupakan salah satu jenis warna kulit yang biasa diberikan bagi yang memiliki kulit sedikit gelap. Hal ini tidak mengherankan karena kulit dan daging buah sawo berwarna cokelat dengan rasa yang sangat manis. Kaya akan karbohidrat karena 20% bagiannya terdiri dari gula. Sawo mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C dan kandungan potasium yang tinggi sehingga baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.
  • Kesemek merupakan buah yang seperti memakai bedak, karena pada bagian kulitnya terdapat bagian putih yang seperti bedak. Dapat digunakan untuk menjaga kesehatan gigi karena mengandung fluoride serta berguna untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut.
  • Jeruk bali memiliki kulit yang tebal dan seperti spons. Bentuknya seperti jeruk, tetapi dalam ukuran yang lebih besar dan berwarna putih atau merah muda. Flavonoid, pektin dan likopen merupakan senyawa yang terdapat di dalamnya. Berfungsi untuk menurunkan kolesterol, mencegah anemia dan mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, kulit dari jeruk bali bisa dibuat menjadi berbagai kerajinan yang menarik.
  • Jambu air dengan warna merah atau hijau yang khas. Buah ini banyak mengandung air. Buah yang langsung dimakan dengan kulitnya ini memiliki kandungan vitamin A, C, kalsium dan protein. Manfaatnya untuk menjaga kelembapan kulit dan serat untuk pencernaan.
  • Jambu biji merupakan buah dengan kandungan vitamin C yang sangat tinggi selain kandungan kalsium, zat besi, fosfor, vitamin A dan B1. Sebaiknya memakan buah ini beserta kulitnya karena pada daging dekat kulit yang mengandung vitamin C paling banyak.
  • Duku merupakan buah dengan bentuk bulat kecil dan memiliki daging buah yang cenderung bening. Memiliki banyak mineral seperti kalsium, fosfor dan zat besi. Berguna untuk sistem pencernaan dan mengobati diare.
  • Belimbing (Starfruit) adalah namanya dalam bahasa Inggris. Buah belimbing ini memang berbentuk bintang dengan lima sudut. Kandungan vitamin E di dalamnya bermanfaat untuk kecantikan kulit. Buah ini juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
  • Manggis memang sering dijadikan bahan tebak-tebakan untuk menebak jumlah isi di dalamnya. Walaupun kulitnya berwarna hitam, tetapi dagingnya berwarna putih dan memiliki manfaat yang besar karena kandungan antioksidan, antibiotik dan antivirus yang tinggi. Buah ini dapat meredakan kelelahan dan mengatasi masalah vertigo.
  • Sirsak biasa dimakan dengan ditambahkan gula, sirop atau dibuat jus. Kulitnya berwarna hijau dan daging berwarna putih. Manfaatnya sebagai pengatur kadar gula dalam darah dan melawan bakteri dalam tubuh.
  • Salak pondoh merupakan jenis salak di Indonesia yang dikenal memiliki kualitas yang paling baik. Rasanya yang manis dan garing membuat buah ini cukup disukai. Buah bersisik coklat ini dapat meringankan buang-buang air yang terus menerus. Hal ini juga yang hendaknya membuat Anda tidak terlalu banyak mengkonsumsinya, karena bisa-bisa Anda jadi sulit untuk buang air.
  • Buah rambutan dengan ciri khas memiliki rambut dapat ditemui dengan mudah pada musimnya. Buahnya yang berwarna putih manis disukai anak-anak sampai orang dewasa. Kandungan antioksidan pada dagingnya sangat besar, sehingga baik untuk kesehatan. Salah satu yang memiliki rasa yang nikmat adalah rambutan rapiah.
  • Nanas, Daging buah nanas berwarna kuning dengan rasa asam manis, menjadi salah satu buah favorit dalam rujak. Manfaat dari nanas antara lain dapat membantu masalah pada penyempitan pembuluh darah yang tertutup lemak, membantu pencernaan dan berguna untuk Anda yang sedang diet.
  • Pepaya, Buah pepaya memiliki daging berwarna oranye dan berbiji hitam bulat-bulat kecil. Betakaroten merupakan kandungan gizi yang tertinggi di dalamnya. Buah ini juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.
  • Mangga, merupakan salah satu buah yang banyak disukai yaitu mangga. Buah yang masih muda biasa diidamkan wanita hamil karena rasanya yang asam. Tetapi, jika telah matang, dagingnya yang berwarna kuning akan terasa manis karena kandungan gula yang cukup tinggi. Bermanfaat untuk kesehatan kulit dan mengendalikan tekanan darah.
Selain lebih murah, menikmati buah lokal menjadi salah satu variasi dalam menikmati segarnya buah. Jadi, jangan ragu untuk mencicip kesegaran dari buah-buahan hasil negeri sendiri dan rasakan kenikmati sekaligus manfaatnya.(Kumpulan Info)
Read More......

Menghindari Migrain

Sakit kepala sebelah atau migrain ini memang menjengkelkan. Serangannya membuat kepala berdenyut dan nyeri disertai rasa mual. Rasa sakit ini dapat terus berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama bahkan sampai berhari-hari. Bagaimana cara untuk menghindari serangan yang tidak menyenangkan ini?




Migrain

Penyakit ini lebih banyak diderita oleh wanita. Migrain adalah penyakit yang menyerang otak dan mengakibatkan kesakitan baik secara fisik maupun emosi. Pelebaran pembuluh darah pada otak dan peradangan merupakan salah satu mengapa kepala terasa sakit. Walau belum diketahui secara pasti penyebabnya, umumnya penyakit ini merupakan penyakit yang diturunkan.
Yang dapat dilakukan adalah berusaha untuk mencegah terjadinya serangan sakit kepala dan mengurangi rasa sakit saat serangan terjadi. Kadangkala serangannya tidak hanya menyerang salah satu sisi kepala tetapi menyerang kedua sisi kepala.
Sebelum denyut menyerang kepala, biasanya penderita akan mengalami gejala seperti melihat cahaya yang berkedap-kedip atau yang biasa disebut dengan berkunang-kunang, melihat bintik gelap, bergelombang, melihat benda menjadi lebih kecil, sensitif terhadap penglihatan dan suara atau kesemutan pada tangan dan kaki. Secara emosi, tanda yang dapat dialami misalnya rasa gelisah, mudah tersinggung, atau stress. Gejala ini tidak selalu pasti karena setiap penderita migrain bisa mengalami gejala yang berbeda-beda.

Pemicu Migrain

Salah satu cara untuk menghindari serangan migrain adalah dengan mengetahui apa saja penyebab serangan. Maka penting untuk mengetahui pemicu yang dapat menyebabkan serangan migrain. Menghindari pemicu berarti memperbesar kemungkinan terkena migrain. Beberapa pemicu dari migrain antara lain:
  • Perubahan hormon estrogen, Hormon estrogen yang banyak terdapat pada wanita dapat memicu migrain. Khususnya pada saat jumlah estogen sedang tidak stabil, misalnya pada saat sebelum dan selama masa haid, selama masa kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi atau jika sedang menjalani terapi hormon.
  • Stimulasi indra tubuh, Cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu keras,atau bau tertentu yang sangat menyengat seperti bau parfum dan asap rokok dapat menjadi pemicu.
  • Perubahan cuaca, Perubahan cuaca yang ekstrem atau tidak menentu serta perubahan tekanan udara dapat menjadi pemicu migrain.
  • Jadwal tidur yang tidak bias, Jika pola tidur Anda tidak seperti biasanya. Misalnya, jangka waktu tidur yang sebentar bahkan tidur terlalu lama bisa membuat Anda mengalami migrain. Jika Anda baru berpergian, jet lag juga dapat menjadi penyebabnya.
  • Kelelahan, Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya dapat memperbesar kemungkinan terkena migrain.
  • Makanan dan Minuman, Kandungan yang terdapat pada makanan dan minuman dapat menjadi pemicu. Minuman beralkohol seperti bir dan wine atau kandungan kafein yang terdapat pada kopi sebaiknya dihindari. Mengkonsusmsi coklat, keju tua, makanan yang banyak mengandung MSG atau pengawet juga merupakan pemicu migrain.
Pemicu yang ditampilkan diatas adalah beberapa pemicu umum, tetapi tidak menjamin merupakan pemicu dari migrain Anda karena pemicu migrain pada tiap orang bisa saja berbeda. Untuk dapat mengetahui apa pemicu migrain Anda, buatlah catatan tentang kapan migrain menyerang, apa yang Anda makan atau minum, kegiatan apa yang dilakukan sebelum Anda mengalami migrain. Catatan dibuat setiap kali migrain menyerang. Dengan menganalisa catatan, diharapkan bisa diketahui apa pemicu migrain Anda.

Mencegah migrain
Tidak dipungkiri, salah satu penyebab migrain adalah karena pikiran yang berat. Untuk itu, cobalah untuk menenangkan pikiran Anda. Lakukan relaksasi pikiran, misalnya dengan melakukan hobi Anda, berkebun, mendengarkan musik atau kegiatan lain yang menyenangkan untuk Anda.
Selain pikiran, fisik juga perlu mendapat latihan agar tetap dalam keadaan prima, berolahraga secara teratur sebaiknya menjadi hal yang tidak dapat dilupakan. Olahraga yang dipilih sebaiknya adalah olahraga dengan aktivitas fisik yang ringan, misalnya berjalan kaki, aerobik, atau bersepeda.
Pola tidur yang baik akan menunjang kesehatan dan mencegah migrain menyerang Anda. Tidur sebaiknya dalam waktu yang cukup, jangka waktu tidur untuk orang dewasa sebaiknya 6-8 jam sehari. Jika memungkinkan, sebaiknya tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Apabila saat ini Anda sedang menjalankan terapi hormon, sebaiknya bicarakan hal ini dengan dokter Anda agar dapat diberikan solusinya. Hal ini karena migrain dapat pula disebabkan perubahan hormon estrogen.

Mengobati Migrain
Langkah pertama yang dapat dilakukan ketika migrain menyerang adalah usahakan untuk rileks dan menenangkan pikiran. Tidur pada tempat yang sunyi dan gelap sambil terus berusaha bersikap santai. Anda dapat meletakkan es yang telah dibungkus kain untuk diletakkan di belakang kepala. Kemudian lakukan pijatan lembut di kepala.
Jika Anda sering terserang migrain, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Selain itu, pemeriksaan juga berguna untuk mengetahui secara pasti apakah sakit kepala yang Anda alami merupakan penyakit migrain atau sakit kepala lainnya karena kadangkala, penyakit kepala lainnya menunjukkan gejala yang mirip dengan migrain. Terus jalani pola hidup sehat dan menghindari pemicu migrain agar migrain tidak menghampiri.(kumpulan info)
Read More......

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model dalam Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

A. Pendekatan pembelajaran
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
B. Stratregi Pembelajaran, menurut Kemp (dalam Wina Senjaya, 2008) dikemukanan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).

C. Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran.

D. Teknik Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

E. Taktik Pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran.

F. Model Pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

G. Desain Pembelajaran, Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Referensi:
  1. Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
  2. Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
  3. Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
  4. Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  5. Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)
  6. www.psb-psma.org
  7. www.scribd.com
  8. media.diknas,go.id
  9. http://dwipurnomoikipbu:wordpress.com
  10. dos.suwanda.googlepages.com
  11. www.klubguru.com
Read More......